TARI SORENG, TARIAN DARI KAKI GUNUNG MERBABU
- komunitasgabut
- Mar 16, 2023
- 2 min read
Sumber: ide Garjito (YouTube)
Banyak tarian tradisional yang kini mulai ditinggalkan. Dengan perkembangan zaman yang sangat pesat tarian tradisional mulai tergantikan dengan munculnya tarian-tarian modern. Namun di salah satu sudut di Jawa Tengah terdapat tarian tradisional yang masih eksis hingga sekarang. Tarian Soreng namanya. Soreng berasal dari kata “Suro” dan “Ing” yang memiliki arti menunjuk sesuatu. Tarian ini berasal dari lereng gunung Merbabu, Kabupaten Magelang. Tepatnya di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.
Tarian ini masih terus lestari hingga kini. Hal ini tidak terlepas dari peran masyarakat sekitar yang masih sering mementaskan tarian. Tarian soreng bercerita tentang kisah prajurit perang yang sedang bersiap untuk melaksanakan perang Kadipaten Jipang Panulaan. Perang ini dipimpin oleh seorang bernama Adipati Aryo Panangsang dan Patih Ronggo Mentaun serta para prajuritnya yaitu Soreng Rana, Soreng Pati, serta Soreng Rungkut. Biasanya tarian ini dilakukan oleh 10-12 orang laki-laki. Dengan gerakan kaki menghentak, sabetan tangan, serta gerak tubuh yang tak kalah kuat membuat tarian soreng terlihat gagah. Ditambah lagi iringan alat musik tabuh (bende dan truntung) terdengar serasi dan memiliki daya tariknya tersendiri.
Tarian Soreng biasa dipentaskan dalam acara-acara seperti sadranan (upacara penghormatan bagi anggota keluarag yang telah tiada), merti dusun (selametan desa atau sedekah bumi), upacara pernikahan, sunatan, dan festival-festival. Tarian ini masih terus dilestarikan oleh para warganya. Hal ini karena para warga Badungrejo sebagian besar berkerja sebagai petani sehingga ada banyak waktu yang bisa digunakan untuk berlatih tari pada sore dan malam harinya.
Sebagai salah satu tarian ikonik dari lereng Gunung Merbabu, Tarian Soreng pernah menjadi tarian dalam rangkaian peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2019 di Istana Negara, Jakarta. Pencapaian ini tentu sangat membanggakan bagi daerah asal tarian yakni Ngablak serta bagi warga Kabupaten Magelang pada umumnya. Sebanyak 200 penari yang terdiri dari pelajar SD dan SMP menjadi penari dalam kesempatan tersebut. Ini tentu menjadi ajang daerah untuk mengenalkan tarian tradisional kepada masyarakat nasional. Sumber: kumparan.com terakota.id m.antaranews.com



Comments